ARTIKEL BISNIS
DENGAN JUDUL
RAHASIA SUKSES KEPEMIMPINAN
Abstrak
Pada
dasarnya seorang pemimpin itu adalah seseorang yang bisa mempinpin anak buahnya
agar bisa berjalan secara berirama, bersama sama, dan bersinergi dalam mencapai
sebuah tujuan yang dicita-citakan bersama.
Seorang
pemimpin adalah seseorang yang dapat berkomunikasi dengan mendengar aktif yang
dapat diartikan pemimpin harus mendengar secara langsung apa yang di rasakan
oleh bawahannya atau masalah apa yang sedang dihadapi. Walaupun pemimpin
tersebut bukan yang menyelesaikan masalah tetapi ia akan lebih bisa mendengan
ddan memberikan dorongan kepada bawahan tersebut. Sehingga ke depannya
komunikasi akan lebih tersalin dengan baik karena pemimpin sudah mengerti apa
yang dirasakan oleh anak buahnya.
Pemimpin
itu adalah seseorang yang dapat mewujudkan sinergi. Yang dimaksud adalah
pemimpin itu bisa menggerakkan semua anak buahnya agar bekerja maksimal pada
apa yang harus ia kerjakan. Walaupun pemimpin tersebut sudah mempunyai rencana
tapi dia tetap akan melibatkan semua anak buahnya didalam merancang rencananya
tersebut agar bisa lebih bersinergi.
Pemimpin
juga harus bisa membentuk super team. Karena didalam menyelesaikan pekerjaan
sangat dibutuhkan apa yang namanya super team. Bejerka dengan team yang tepat
dan benar akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.
Menjadi
roh kesuksesan perusahaan yang dapat diartikan bahwa pemimpin itu tidak hanya
harus pintar atau sebagainya. Tetapi pemimpin itu harus bisa menjaga hati,
etika, dan spiritualnya. Karena itu akan menjadi roh kesuksesan bagi
perusahaan.
Pada
intinya seorang pemimpin adalah seorang yang bisa menjadi tuladha bagi
bawahannya. Bisa menjadi roh yang baik untuk perusahaanya ataupun organisasinya.
Pada
artikel ini akan dibahas beberapa rahasia menjadi seorang pemimpin yang sukses.
Karena menjadi seorang pemimpin itu tidak bisa asal-asalan karena pemimpin
adalah seorang yang berada dibarisan paling depan yang akan memimpin anggota
anggotanya agar bisa mewujudkan cita-cita bersama.
Ada
5 rahasia sukses menjadi pemimpin yang akan dibahas disini.
1. Komunikasi
dengan Mendengar Aktif
Keberhasilan
suatu organisasi atau perusahaan sangat ditentukan oleh pemimpinnya. Lingkaran
pusat kepemimpinan adalah komunikasi. Komunikasi merupakan seni atau cara untuk
menyampaikan sesuatu agar orang lain dapat memahami kita. “komunikasi merupakan
keterampilan paling penting dalam hidup. Kita menghabiskan sebagian besar jam
bangun kita untuk berkomunikasi,” kata Stephen R. Covey. Dalam memecahkan
masalah bawahan kita cenderung untuk masuk, untuk memperbaiki segala sesuatu
dengan naihat yang baik, tetapi sering kali kita mengalami kegagalan, terutama
kegagalan dalam meluangkan waktu untuk mendiagnosa masalah, untuk benar benar
terlebih dahulu mengerti secara mendalam tentang masalahnya. Kita biasanya
berusaha untuk lebih dahulu dimengerti. Kebanyakan orang tidak mendengar untuk
mengerti, tapi mereka mendngar untuk menjawab. Mereka bersiap untuk berbicara,
menyaring segalanya memalui paradigm mereka sendiri, dan membacakan
autobiografi mereka ke dalam kehidupan orang lain. Untuk berusaha mengerti
lebih dahulu, kita membutuhkan perubahan peradigma yang tidak mudah.
Kita
sejak kecil sudah diajarkan berbicara, membaca, menulis tetapi kita tidak
diajarkan mendengar dengan baik. Mendengar ada beberapa tingkatan, mulai dari
tidak berusaha mendengar, pura-pura mendengar, mendengar hanya pada bagian yang
kita senangi saja, mendengar dengan penuh perhatian, dan mendengar aktif. Mendengar
aktif merupakan titik pusat komunikasi. Mendengar aktif lebih efektif digunakan
apabila lawan bicara mempunyai masalah, mulai dari masalah yang dialami
anak-anak, remaja, orang tua, sampai masalah remaja. Tujuan mendengar aktif
adalah membantu lawan bicara beralih dari masalah yang tampak ke masalah yang
mendasar atau masalah yang sesungguhnya, mencegah anda memberikan pemecahan
masalah, membantu lawan bicara memecahkan masalah secara mendiri, dan
merangsang hubungan yang lebih hangat.
Mendengar aktif adalah mendengar dengan merespon perkataan, maksud, dan
perasaan lawan bicara. Dengan mrespons perkataan, maksud, dan perasaan lawan
bicara, maka lawan bicara akan merasa senang karena perasaannya dapat diserap
sedikit demi sedikit. Akibatnya, ia bisa menjadi lebih ramah dan timbul rasa
saying lebih mendalam. Lawan bicara akan mulai mendengarkan anda dan menjadi
lebih bertanggung jawab. Selain itu anda tidak harus menjadi ‘Orang Super’.
Dengan mendengar aktif, kita tidak perlu memcahkan masalahnya, tetapi ia dapat
menyelsaikan masalahnya sendiri. Mendengar aktif merupakan titik pusat
komunikasi, salah satu penentu dalam keberhasilan seorang pemimpin. Mendengar
aktif merupakan rahasia sukses kepemimpinan.
2. Mewujudkan
Sinergi
Sesudah
bangunan ka’bah yang rusak diperbaiki setinggi orang berdiri, tiba gilirannya
untuk mletakan hajar aswad yang disucikan ditempatnya semula di sudut timur.
Timbul perselisihan dikalangan Quraisy tentang siapa yang seharussnya mendapat
kehormatan meletakkan batu itu ditempatnya. Perselisihan memuncak, sehingga
hamper saja timbul perang saudara. Keluarga Abd’d Dar dan keluarga ‘Adi
bersepakat tidak akan membiarkan kabilah manapun campur tangan dalam kehormatan
yang besar ini. Untuk itu, mereka mengangkat sumpah bersama. Keluarga Abd’d dar
membawa sebuah baki berisi darah, kemudian mereka memasukkan tangan mereka ke
dalam baki itu guna memperkuat sumpah mereka. Oleh karena itu, sumpah tersebut
diberi nama La’awat’d-Damm, yang berarti jilatan darah.
Abu Umayya bin’I-Mughira dari Banu
Makhzum merupakan orang yang tertua di antara mereka, dihormati dan dipatuhi.
Setelah melihat keadaan serupa itu, ia berkata kepada mereka “serahkanlah
putusan kamu ini ditangan orang yang pertama kali mamasuki pintu shafa ini”.
Tatkala mereka melihat Muhammad adalah orang pertama mamasuki tempat itu,
mereka berseru, “Ini Al-Amin, kami dapat menerima kaputusannya.” Lalu mereka
menceritakan peristiwa itu kepadanya. Ia pun mendengarkan dan melihat dimata
mereka betapa berkobarnya api permusuhan itu. Ia berpikir sebentar, lalu
berkata, “Kemarikan sehelai kain.” Setelah kain dibawakan, dihamparkannya dan
diambilnya batu itu, lalu diletakannya dengan tangannya sendiri, kemudian
Muhammad berkata, “Hendaknya setiap ketua kabilah memegang kedua ujung kain
ini.” Mereka bersama-sama membawa kain tersebut ke tempat batu itu akan
diletakkan. Lalu Muhammad mengeluarkan batu-batu itu dari kain dan meletakannya
di tempatnya. Dengan demikian perselisihan itu berakhir dan bencana dapat
dihindarkan. Muhammad melakukan apa yang dalam manajemen disebut berpikir
menang-menang yang dapat mewujudkan sinergi.
3.
Super
Team
Bill
gate dan Paul Allen merintis Microsoft pada tahun 1975. Perusahaan tersebut
ketika itu masih kecil, tetapi mempunyai mimpi ‘sebuah computer diats setiap
meja krja di setiap rumah, menjalankan perangkat microsoft’. Microsoft
menciptakan system operasi MS-DOS, kemudian membuat windows yang terdapat di
hamper setiap rumah dan kantor. Akhirnya sekarang telah terbukti, system
operasi windows menguasai 80% system operasi dunia. Untuk menggapai mimpir
tersebut, Microsoft hanya mempekerjakan orang-orang cerdas dan kemudian
membentuk tim-tim kecil yang kreatif untuk mengerjakan suatu proyek dalam waktu
tertentu. Setiap individu mempunyai peran yang sesuai dengan pengetahuan dan
keterampilan masing-masing. Setiap unit di perusahaan ini meakukan pekerjaan
dengan pola yang relatif sama, yaitu membuat tim kerja yang relative kecil dan
secara bersama-sama menyelesaikan tugas dengan sukses.
Setiap tim kerja di Microsoft
mempunyai kebabasan untuk menentukan cara terbaik menyelesaikan tugas dengan
kreatifitas yang mereka miliki. Meskipun demikian, kebebasan tersebut tetap
dibingkai oleh pedoman tertentu. Keputusan-keputusan kecil msih menjadi kekuasaan
ketua tim kecil. Rancangan besar tujuan dan kegiatan proyek selalu
dipresentasikan kepada semua anggota untuk dibahas bersama-sama. Setiap tim
kerja mengajukan cara pendekatan yang akan digunakan untuk menyelsaikan proyek.
Proposal kemudian didiskusikan dan dibahas. Jika proposal ditolak, tim kerja
harus m,embuat proposal baru.
Keberhasilan Microsoft bukan semata-mata karena Bill gates dan Paul Allen,
tetapi lebih ditentukan oleh tim kerja.
4. Roh
perusahaan sukses
Dalam
buku Corporate Mistyc, perusahaan-perusahaan
yang sukses dalam jangka panjang karena para manajernya sangat menjaga etika
dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual. Mereka bukan hanya menghadirkan
uang, maialinkan juga hati dan jiwa mereka dalam bekerja, sesuai nasihat Ibnu Khaldun
Hati dan Jiwa merupakan ruh perusahaan yang sukses.
5. Belajar
dari Semut dan Kutu Daun
Semut
merupakan binatang yang hidup berkelompok didalam tanah, membuat liang dan
ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat penyimpanan
makanan musim dingin. Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat pada kerajaan
semut sebagai bagian yang harus dicontoh oleh manusia.semut juga mempunyai
kemampuan untuk bekrja sama dengan binatang lain, salah satunya Kutu Daun.
Referensi:
Suyanto,
M. 2005. Smart In Leadership.
Yogyakarta: Andi Yogyakarta




0 komentar:
Posting Komentar